ceriatv.co.id, Bintan – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan komitmen luar biasa dalam peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat. Melalui Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Posyandu Tahun 2025, Kepri secara resmi mengukuhkan model Posyandu Terintegrasi 6 SPM (Standar Pelayanan Minimal), mengubah wajah Posyandu menjadi sentra pelayanan yang jauh lebih komprehensif.
Acara yang dibuka langsung oleh Pembina Posyandu Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd, di Bintan ini, menghadirkan para Ketua TP Posyandu Kabupaten/Kota, jajaran enam OPD penanggung jawab SPM, serta ribuan kader Posyandu yang dijuluki sebagai “ujung tombak pelayanan masyarakat.”

Bukan Sekadar Penimbangan: Enam Urusan Wajib dalam Satu Pintu
Pembina Posyandu Kepri, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd, mengatakan bahwa Posyandu kini memainkan peran sentral dalam pelayanan dasar masyarakat. “Posyandu bukan lagi sekadar tempat penimbangan, tetapi sentra layanan terpadu yang memastikan warga mendapatkan akses dasar secara mudah, cepat, dan merata,” ujarnya.
Peran sentral dalam pelayanan dasar masyarakat tersebut meliputi :
- Kesehatan
- Pendidikan
- Sosial
- Perumahan dan Kawasan Permukiman
- Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
- Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat

Dewi juga menegaskan makna dari tagline kegiatan tahun ini, yaitu “Satu Posyandu, Enam Layanan, Semua Sejahtera.” Menurutnya, tagline tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif.
“Satu Posyandu berarti satu pintu pelayanan. Enam layanan mencirikan integrasi lintas OPD. Tujuan akhirnya jelas, semua sejahtera,” tegasnya.

Sinergi 6 OPD dan Penguatan Kader
Model ini menuntut Kolaborasi Lintas OPD yang Lebih Solid. Kehadiran enam OPD (Dinas Pendidikan, PMD, PUPR, Perkim, Trantib/Satpol PP, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan) menunjukkan Kepri siap menjadi provinsi pionir dalam integrasi layanan dasar.
Selain itu, program ini berfokus pada Penguatan Kualitas Kader Posyandu. Para kader yang disebut sebagai “pekerja sosial mulia” akan terus menerima bimbingan, pelatihan, dan penguatan kapasitas secara berkelanjutan.

Optimalisasi Data Posyandu juga menjadi kunci, di mana data Posyandu ke depan akan dijadikan dasar perencanaan pembangunan untuk menekan stunting, mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kunci Kesejahteraan di Wilayah Kepulauan
Pembina Posyandu Kepri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Beliau menegaskan bahwa Posyandu yang kuat dan terintegrasi adalah kunci agar pelayanan dasar tetap menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil, pesisir, dan wilayah terluar Kepri yang tersebar.

Dalam konteks wilayah Kepri yang berbentuk kepulauan, Dewi menegaskan peran penting Posyandu. “Posyandu yang kuat dan terintegrasi adalah kunci agar pelayanan dasar tetap menjangkau masyarakat di pulau-pulau kecil, pesisir, dan wilayah terluar,” ujarnya.
Rakorda tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk menyiapkan strategi layanan dasar tahun 2026. “Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai ruang memperkuat koordinasi dan komitmen demi pelayanan dasar yang lebih merata,” tambah Dewi.
Di akhir sambutan, Dewi resmi membuka kegiatan tersebut. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rapat Kerja TP Posyandu 6 SPM se-Provinsi Kepulauan Riau secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya. (adv)

