ceriatv.co.id,Batam— Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Hotel Golden View, Kota Batam. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran KPM dalam upaya konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa.

Kepala DPMD Dukcapil Provinsi Kepri, Misbardi, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas KPM merupakan langkah strategis untuk menekan angka stunting di daerah. Ia menegaskan, pemerintah melalui Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 2 Tahun 2024 telah menetapkan bahwa penggunaan Dana Desa tahun 2025 diprioritaskan untuk pencegahan stunting.
“Pencegahan stunting sangat dibutuhkan untuk memastikan generasi muda Indonesia memiliki masa depan yang cerah. KPM berperan penting dalam memfasilitasi masyarakat desa merencanakan dan mengawasi pembangunan sumber daya manusia,” ujar Misbardi.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), sebanyak 30,8 persen atau sekitar 7 juta balita di Indonesia masih menderita stunting. Kondisi ini dinilai mengancam kualitas generasi penerus bangsa jika tidak ditangani serius.
Dalam kesempatan tersebut, Misbardi juga menjelaskan bahwa pendampingan pencegahan stunting di desa dilakukan secara konvergen oleh tenaga pendamping masyarakat desa bersama KPM. Melalui kegiatan Bimtek ini, peserta diharapkan mampu memahami metode konvergensi, pemantauan sasaran rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan penggunaan data terpadu sebagai dasar perencanaan.

Selain itu, ia memperkenalkan aplikasi e-HDW, sebuah sistem digital yang dikembangkan Kementerian Desa PDTT dengan dukungan Bank Dunia. Aplikasi ini membantu KPM dan pemerintah desa dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi program pencegahan stunting di tingkat desa.
“Dengan penyesuaian terhadap Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, aplikasi e-HDW kini memuat kelompok sasaran layanan baru seperti remaja putri, calon pengantin, dan pasangan usia subur. Hal ini diharapkan memperkuat basis data dan intervensi di lapangan,” tambahnya.

Misbardi berharap melalui kegiatan ini, KPM di seluruh kabupaten dan kota di Kepri dapat semakin berdaya dan profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak pencegahan stunting.
“Mari kita bulatkan tekad dan satukan semangat untuk bersama-sama mencegah stunting di negeri ini,” tutupnya.(Adv)

